Sabtu, 28 Maret 2015

Bercerita Indah dimasa Sulit Bersama Kanda Fatir



Bercerita Indah dimasa Sulit Bersama Kanda Fatir

Siang tanggal 26 maret 2015, saya sedang duduk dan menikmati sepoi hembusan angin dari AC ruangan Ketua Jurusan Fak.Sastra. Banyak tawa dan kelucuan yang bisa kuraih diluar bersama beberapa teman, tapi keinginan untuk menulis terasa lebih menggoda. Jadilah saya duduk disini, mendengarkan lagu The Script yang berjudul Superhero sembari memangku notebook ku. Mungkin beberpa menit lagi keinginan untuk menceritakan kejadian barusan dengan tulisan ini akan terkalahkan, namun saya tidak ingin berfikir kesana dulu.
Beberapa menit yang lalu, sebuah atau mungkin sebenarnya bukan sebuah tapi sangat banyak motivasi yang kudapatkan, bukan dari buku atau renungan berkepanjangan dalam kamar. Saya duduk berdampingan dengan Faisal Tahir, senior angkatan pertama jurusan ku yang lebih enak dipanggil Kak Fatir. Saya sudah bertemu dan tak dapat dihitung lagi pertemuan itu bersamanya, namun kali ini pertemuan kami bertabur cerita yang benar-benar bermakna bagi saya. ok, biar saya menceritakan lagi apa yang kudengar dengan makna subjektivitasku yang secara otomatis kusematkan pada setiap kalimatnya.
Jika tidak ingin menggeneralisasikan dengan kata “setiap”, maka cukuplah dengan kata “banyak”, ya.. kebanyakan dari kita menginginkan hal yang tinggi, kita semua bisa berhayal dengan diri kita sedang sukses dan sejahtera disana, tapi seberapa banyak dari kita yang ingin mewujudkan impian itu. Mungkin hayalan kita tidak seharusnya kita impikan dengan kemampuan kita yang ada, namun siapa yang tau kemampuan kita ?. apakah memang kita hanya diberikan kemampuan untuk berhayal ?. lalu bagaimana dengan fikiran, tenaga, energi teman dan waktu yang diberikan Tuhan kepada kita, apakah kita benar-benar yakin jika kesemuanya itu hanya dapat digunakan untuk berhayal ?. tentu saja tidak, mereka yang sukses juga memiliki apa yang kita miliki, namun kita kebanyakan takut dan menawar-nawar impian kita, atau bahkan memasrahkan impian itu kedalam lingkungan kita.
Seberapa sering kita memiliki tekad atau kemauan ?, seberapa sering kita menyusun strategi untuk meraih apa yang kita impikan. Atau mungkin saja mimpi itu memang berlebihan sebab kita menghasilkan mimpi saat kita benar-benar tak tau siapa sebenarnya diri kita. Mungkin untuk merih mimpi, kita seharusnya setidaknya mengenal sedikit saja potensi kita, lalu mengeksplorasinya habis-habisan untuk meraih mimpi itu. Yah itu adalah apa yang dikatakan dan telah dilakukan oleh k.fatir. dari sekian banyak yang telah kita lakukan, yang kita minati, carilah yang paling membuatmu nyaman lalu letakkan mimpi setinggi-tingginya disana. Lakukan semuanya setelah kau menyusun rencana secara sistematis mungkin dengan tambahan yang matematis, seperti rencana jangka pendek, menengah , dan panjang.
Terjebak dalam zona nyaman dengan sangat lama, atau juga berorientasi kepada hasil saat kita melihat orang-orang yang sukses mungkin adalah cara yang salah. Ayo kita melihat apa yang dilakukan oleh Mark Zukkerberg, pemuda tekaya didunia saat ini, apakah ia tiba-tiba saja menjadi orang kaya yang terkenal ?, tentu saja tidak. Dia harus di Drop Out dari kampusnya, ia harus menyendiri sangat lama dan menuangkan sangat banyak waktu, fikiran dan tenaganya didalam kamar untuk merancang dan merealisasikan apa yang terbayang-bayang dalam impiannya, ia harus menerima semua cemoohan yang menyasarnya. Lalu lihat siapa dia sekarang, apakah seakarangpun ia berhenti belajar ?. ternyata tidak.
Apakah dalam berimpian, seseorang telah ada disana lebih dulu mencapainya ?, apakah kita mengidolakan orang itu ?, lalu mengapa kita tidak mencari tahu apa yang telah ia lakukan ?, menurut k.fatir itu adalah cara yang paling sederhana, meskipun kita tidak akan menjadi sama persis dengan idola itu dan alangkah baiknya jika kita mampu melampauinya.
Lalu lihat diri kita sekarang, apakah kita telah mengalami perkembangan dari beberapa tahun lalu ?, dan jika kau telah mengalami perkembangan, dan kau merasa yakin bisa melakukan hal yang lebih besar lagi, yaa.. jangan terjebak dalam zona nyaman mu. Kau harus mensyukuri karunia yang Tuhan berikan, jangan mubazzir, jangan sia-siakan potensi itu, keluar dari zona nyaman dan susun lagi rencana agar kau bisa meraih mimpi yang lebih besar itu.
Setidaknya beberapa paragraf diatas adalah interpretasi atas apa yang dikatakan Kak.Fatir tepat kepadaku, saya Cuma berdua saat bercerita tentang kebingunganku diujung-ujung masa mahasiswa, menurutnya itu adalah hal yang rawan jika harus terjadi kepada mahasiswa yang telah lama ditempa didunia kampus. Cerita siang ini benar-benar beda, ini adalah kalimat-kalimat yang tepat untukku, dan mungkin juga untuk kalian yang tak tau bagaimana harus bermimpi, atau memiliki mimpi indah yang selalu tersimpan, atau bermimpi dan tak mengenal siapa diri kita. Mungkin cerita diatas dan lagu Superhero milik The Scritp bisa menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar