Bercerita
Indah dimasa Sulit Bersama Kanda Fatir
Siang
tanggal 26 maret 2015, saya sedang duduk dan menikmati sepoi hembusan angin
dari AC ruangan Ketua Jurusan Fak.Sastra. Banyak tawa dan kelucuan yang bisa
kuraih diluar bersama beberapa teman, tapi keinginan untuk menulis terasa lebih
menggoda. Jadilah saya duduk disini, mendengarkan lagu The Script yang berjudul
Superhero sembari memangku notebook ku. Mungkin beberpa menit lagi keinginan
untuk menceritakan kejadian barusan dengan tulisan ini akan terkalahkan, namun
saya tidak ingin berfikir kesana dulu.
Beberapa
menit yang lalu, sebuah atau mungkin sebenarnya bukan sebuah tapi sangat banyak
motivasi yang kudapatkan, bukan dari buku atau renungan berkepanjangan dalam
kamar. Saya duduk berdampingan dengan Faisal Tahir, senior angkatan pertama
jurusan ku yang lebih enak dipanggil Kak Fatir. Saya sudah bertemu dan tak
dapat dihitung lagi pertemuan itu bersamanya, namun kali ini pertemuan kami
bertabur cerita yang benar-benar bermakna bagi saya. ok, biar saya menceritakan
lagi apa yang kudengar dengan makna subjektivitasku yang secara otomatis
kusematkan pada setiap kalimatnya.
Jika
tidak ingin menggeneralisasikan dengan kata “setiap”, maka cukuplah dengan kata
“banyak”, ya.. kebanyakan dari kita menginginkan hal yang tinggi, kita semua
bisa berhayal dengan diri kita sedang sukses dan sejahtera disana, tapi
seberapa banyak dari kita yang ingin mewujudkan impian itu. Mungkin hayalan
kita tidak seharusnya kita impikan dengan kemampuan kita yang ada, namun siapa
yang tau kemampuan kita ?. apakah memang kita hanya diberikan kemampuan untuk
berhayal ?. lalu bagaimana dengan fikiran, tenaga, energi teman dan waktu yang
diberikan Tuhan kepada kita, apakah kita benar-benar yakin jika kesemuanya itu
hanya dapat digunakan untuk berhayal ?. tentu saja tidak, mereka yang sukses
juga memiliki apa yang kita miliki, namun kita kebanyakan takut dan
menawar-nawar impian kita, atau bahkan memasrahkan impian itu kedalam
lingkungan kita.
Seberapa
sering kita memiliki tekad atau kemauan ?, seberapa sering kita menyusun
strategi untuk meraih apa yang kita impikan. Atau mungkin saja mimpi itu memang
berlebihan sebab kita menghasilkan mimpi saat kita benar-benar tak tau siapa
sebenarnya diri kita. Mungkin untuk merih mimpi, kita seharusnya setidaknya
mengenal sedikit saja potensi kita, lalu mengeksplorasinya habis-habisan untuk
meraih mimpi itu. Yah itu adalah apa yang dikatakan dan telah dilakukan oleh
k.fatir. dari sekian banyak yang telah kita lakukan, yang kita minati, carilah
yang paling membuatmu nyaman lalu letakkan mimpi setinggi-tingginya disana.
Lakukan semuanya setelah kau menyusun rencana secara sistematis mungkin dengan
tambahan yang matematis, seperti rencana jangka pendek, menengah , dan panjang.
Terjebak
dalam zona nyaman dengan sangat lama, atau juga berorientasi kepada hasil saat
kita melihat orang-orang yang sukses mungkin adalah cara yang salah. Ayo kita
melihat apa yang dilakukan oleh Mark Zukkerberg, pemuda tekaya didunia saat
ini, apakah ia tiba-tiba saja menjadi orang kaya yang terkenal ?, tentu saja
tidak. Dia harus di Drop Out dari kampusnya, ia harus menyendiri sangat lama
dan menuangkan sangat banyak waktu, fikiran dan tenaganya didalam kamar untuk
merancang dan merealisasikan apa yang terbayang-bayang dalam impiannya, ia
harus menerima semua cemoohan yang menyasarnya. Lalu lihat siapa dia sekarang,
apakah seakarangpun ia berhenti belajar ?. ternyata tidak.
Apakah
dalam berimpian, seseorang telah ada disana lebih dulu mencapainya ?, apakah
kita mengidolakan orang itu ?, lalu mengapa kita tidak mencari tahu apa yang
telah ia lakukan ?, menurut k.fatir itu adalah cara yang paling sederhana,
meskipun kita tidak akan menjadi sama persis dengan idola itu dan alangkah
baiknya jika kita mampu melampauinya.
Lalu
lihat diri kita sekarang, apakah kita telah mengalami perkembangan dari
beberapa tahun lalu ?, dan jika kau telah mengalami perkembangan, dan kau
merasa yakin bisa melakukan hal yang lebih besar lagi, yaa.. jangan terjebak
dalam zona nyaman mu. Kau harus mensyukuri karunia yang Tuhan berikan, jangan
mubazzir, jangan sia-siakan potensi itu, keluar dari zona nyaman dan susun lagi
rencana agar kau bisa meraih mimpi yang lebih besar itu.
Setidaknya
beberapa paragraf diatas adalah interpretasi atas apa yang dikatakan Kak.Fatir
tepat kepadaku, saya Cuma berdua saat bercerita tentang kebingunganku
diujung-ujung masa mahasiswa, menurutnya itu adalah hal yang rawan jika harus
terjadi kepada mahasiswa yang telah lama ditempa didunia kampus. Cerita siang
ini benar-benar beda, ini adalah kalimat-kalimat yang tepat untukku, dan
mungkin juga untuk kalian yang tak tau bagaimana harus bermimpi, atau memiliki
mimpi indah yang selalu tersimpan, atau bermimpi dan tak mengenal siapa diri
kita. Mungkin cerita diatas dan lagu Superhero milik The Scritp bisa
menginspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar