introduting my self...
salam kenal. ini adalah tulisan pertama saya di blog. sebagaimana selayaknya hal yang "awal", rasanaya saya ingin memperkenalkan diri dulu, dan mengapa baru saat ini saya menggunakan blog, sebenarnya saya sudah menulis beberapa perkenalan tentang hal-hal yang menurut saya baik jika diketahui oleh orang lain di lingkungan maya ini, namun tulisan itu entah dimana. rasanya pula sulit untuk mengulang pemikiran yang kuketik itu kembali, mungkin alurnya bisa, tapi persisnya sangat tidak mungkin.
mungkin perkenalan biologis adalah hal yang paling universal dilakukan dalam berkenalan, sebab itulah saya coba menumpang dalam keuniversalan itu untuk membawa saya sedikit dikenal.
saat menulis ini, saya sedang berumur 21 tahun, entahlah mungkin sebenarnya 22 tahun. saya merasa malas untuk mengambil sedikit jeda dan menghitung jari berapa angka umurku jika saya lahir pada tahun 1992, saya sangat lelah saat temanku menyalakan wifi hp nya dan kugunakan secara diam-diam. hehehe. Di Tanatoraja pada tahun itu, Andi Juhriana dan Nirwan Muallim mendapatkan buah hati yang ke empat dari lima bersaudara, lalu mereka menamainya sesuai jenis kelamain, Arief Rakhman Muallim, ya itu saya.
beberapa tahun kemuadian saya tumbuh dan bersekolah di Taman kanak-kanak, sangat sulit mengingat nama TK itu lagi sekarang, namanya sudah ditumpuki ribuan nama lain dimemoriku, mungkin suatu saat jika aku mengingat tentang ini, akau akan menanyakan kepada oarang tua atau kakak-kakak ku dimana dulu saya bersekolah. masih pada masa kanak-kanak, keluarga kami pindah ke Desa Cilallang, Kec Kamanre Kab Luwu Prov Sulawesi selatan, saya kemudian disekolahkan di Sekolah Dasar Turungan Datu. dengan berbagai pertimbangan orang tua, saya hanya sekolah hingga kelas 5 disana, dan menyelesaikan sekolah dasar di SD Jembatan Karung. mungkin karena kehawatiran orang tua jika anak sekecil saya harus jalan berkilo meter di tepi-tepi jalan raya saat pulang sekolah, sebab saya dan satu saudaraku dibonceng oleh ayah yang mengajar di SMAN 1 Bajo yang searah. namun karena porsi belajar anak SD lebih sedikit diabanding SMA, kami tak menunggu ayah lagi saat pulang, mungkin sang ayah sedang sibuk.
pada tahun 2004 saat saya benar-benar ingin sekolah bersama teman-teman dan sepupuku di SMP dekat rumah, orang tua saya justru menyekolahkan saya di Makassar tepatya Pondok Pesantren Hidayatullah, persisnya di BTP Blok M. Saya menamatkan SMP di tempat itu, lalu kembali ke kampung halaman dan bersekolah di tempat ayahku mengajar saat ia mengantar saya ke SD Turungan Datu dulu hingga kini, saat kuketik tulisan ini. Tamat dengan nilai UAN yang cukup memuaskan pada tahun 2010, saya kemudian mendaftar TNI tingkat secaba di Kodam VII wirabuana, sayang perjuangan kala itu hanya dibayar dengan kelulusan tes pada tahap Pantohir ahir saja, hanya beberapa langkah lagi jika lulus, saya akan jadi tentara dan pasti tak akan melakukan perkenalan ini.
setahun "menganggur" , saya tak lagi ingin mendaftar tentara untuk keduakalinya, meskipun dorongan cukup besar dari tante dan omuku. Menurut akal saya pada saat itu, saya telah menghabiskan semua tenaga dan kesungguhan pada pendaftaran pertama yang ku cap pula sebagai pendaftaran terakhirku. Saya ingin kuliah di fakultas hukum, namun semua Perguruan Tinggi telah menutup pendaftaran waktu itu, kecuali Universitas Terbuka. ahirnya saya kerja beberapa pekerjaan yang tak pernah terfikirkan sebelumnya olehku, seperti menjadi kuli bangunan beberapa minggu. tapi Ibu memanggil saya untuk menunggu menjadi mahasiswa sembari kerja dikampung saja, dan masuklah saya di perusahaan Koperasi, pekerjaan ini termasuk dalam pekerjaan yang "tak pernah masuk akal" seperti kuli bangunan tadi. sekitar delapan bulan saya meminjamkan dan menagihkan uang orang lain ditempat itu, meskipun benar-benar terasa melelahkan, tapi dari hasil kerja itu saya bisa membeli motor yang kupakai hingga saat ini, meskipun kekurangan dari uang itu ditambah oleh ortu, 50 banding 50 lah.
2011 saya mencoba mendaftar di UNHAS, fakultas hukum dan fakultas hubungan internasional, tapi saya dinyatakan tidak layak untuk berkuliah di universitas negeri. tapi saya tetap sangat ingin berkuliah di fakultas hukum, dicarilah beberapa universitas swasta, namun ternyata kebanyakan unuversitas swasta memasang "harga" belajar dalam kategori harga yang mahal bagi keluargaku. saya sempat menyerah untuk berkuliah jika bukan di fakultas hukum, namun keinginan ibu saat itu benar-benar besar untuk melihat saya menjadi mahasiswa. kemudian dicarilah kembali jurusan lain dengan spp yang ringan, dan muncullah jurusan ilmu komunikasi umi yang berbayar 800 ribu persmester. orang tuaku menyanggupi saran dari kakaku, dan kuliahlah saya ditempat itu hingga saat ini.
ok mungkin perkenalan perjalanan raga dan sedikit rasa beberapa paragraf diatas cukup sebagai "awal".
Judul dari tulisan-tulisan yang insyallah akan saya posting dengan nama "Reffleksi Fikir dan Rasa" ini mungkin sedikit berlebihan, tapi nama itulah yang kurasa pas dari alunan huruf yang akan kutunggangi dengan keegoisanku menceritakan sensasi yang tertangkap oleh indraku nantinya, dan yang mungkin hanya muncul dari Fikir dan Rasaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar